DESAIN PRODUK
DEAR DPM DESAIN PRODUK MEKATRONIKA
Sunday, January 5, 2014
REDESIGN
PERANCANGAN ULANG ALAT PENGISIAN DAN PENUTUPAN BOTOL KECAP SECARA OTOMATIS
UNTUK KECEPATAN DAN MENGHEMAT BAHAN
DENGAN KENDALI ELEKTRO PNEUMATIK DAN PLC PADA UKM KECAP KURMA DI KECAMATAN GUNUNG ANYAR SURABAYA.
PETRUS SUDARSONO
111213007
DESAIN PRODUK MEKATRONIKA
POLITEKNIK MEKATRONIKA SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
desain dengan SolidWorks 2010
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
UKM Kecap Kurma yang ada di Kecamatan Gunung Anyar
di Jl Rungkut Menanggal I no 22 Surabaya adalah salah satu industri kecil yang membuat kecap berbahan dasar dari kedelai hitam. Kecap manis merk KURMA ini adalah produk home
industri
, tanpa pengawet, pewarna, pengental, pemanis buatan, dan MSG.
Proses produksi kecap
di UKM Kecap Kurma meliputi proses :
Pencucian kedelai dan perebusan sampai kulit kedelai mengelupas.
Pencucian dengan air dingin sampai bersih.
Penghalusan kedelai dan bumbu-bumbu
Proses memasak kedelai dan bumbu-bumbu yang telah dihaluskan di campur dengan air dan gula merah.
Setelah gula merah hancur, turunkan dari api kemudian disaring dengan kain bersih.
Hasil saringan (kecap) di tuangkan kedalam botol.
Proses-proses tersebut
selama ini belum banyak
menggunakan alat-
alat otomatis, masih banyak menggunakan tenaga manusia dalam proses pembuatan kecap
tersebut. Dari kedelai
mentah direbus
h
ingga proses pengisian kecap dan penutupan botol kecap.
Karena proses dilakukan secara manual maka
membutuhkan waktu yang lama, dan p
ada
saat menuang kecap dengan corong kedalam botol banyak kecap yang terbuang dengan percuma.
Melihat permasalahan tersebut,
di
perlu
kan
adanya alat pengisi kecap dan penutup botol yang
memiliki kecepatan pengisian
dan penutup botol. Selain itu alat akan mengurangi tumpahan kecap yang terbuang.
agar dapat mempercepat dan menghemat kecap selama proses produksinya.
Karena alat diperlukan oleh UKM tersebut, maka harga alat harus terjangkau dan mudah dalam perawatannya sehingga murah biaya operasionalnya.
Dari perancangan ulang alat pengisian botol dan penutup botol kecap yang dibuat ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan alat yang diperlukan UKM, karena alat ini dapat berjalan dengan otomatis, dua pekerjaan yang dulu dikerjakan mengisi kecap ke dalam botol dan menutup botol secara manual dengan tenaga manusia , sudah dapat dilakukan dalam satu alat ini.
I.2 RUMUSAN MASALAH
Proses pengisian kecap dan penutupan botol kecap di UKM Kecap Kurma masih dilakukan secara manual, sehingga mengalami pemborosan bahan baku dengan banyak kecap yang tumpah dan pemborosan waktu dalam proses produksinya.Faktor manusia dalam bekerja tentunya mempunyai keterbatasan fisik, maka diperlukan alat produksi untuk pengisian kecap dan penutupan botol kecap yang dapat bekerja secara otomatis dengan harga yang terjangkau, sehingga dapat membantu kecepatan yang optimal dan peningkatan produksi kecap.
PERTANYAAN PENELITIAN
Bagaimana membuat sebuah alat untuk mengisi kecap dan penutup botol secara otomatis dengan harga yang terjangkau UKM?
Dapatkah alat tersebut nantinya bias mengatasi tumpahan kecap dan menghemat waktu dalam proses produksi?
TUJUAN
Tujuan dari perancangan ulang alat pengisian kecap dan penutup botol kecap ini adalah:
Merancang sebuah alat yang bisa dipergunakan untuk mengisi kecap dan penutup kecap secara otomatis.
Membantu peningkatan kecepatan produksi dan mengurangi pemborosan bahan baku.
Menjawab kebutuhan UKM dan permasalahan didalam proses produksinya.
TINJAUAN PUSTAKA
Penyusunan dan pengemasan untuk tranportasi (Dwiari, dkk., 2008)
Teknik pengisian produk cair ke dalam kemasan botol (Paine dan Paine, 1993).
KAJIAN PUSTAKA
Pertanyaan penelitian atau hipotesis penelitian saya adalah:
Sebagian UKM belum mau menggunakan teknologi dalam pekerjaannya atau produksinya dengan alasan yang bermacam-macam. (mahal, gaptek, dll)
Rujukan umum yang saya perlukan adalah :
-
Saya harus tahu jenis motor apa yang digunakan.
-
Ukuran kenyamanan (Ergonomi )
-
Saya harus tahu ukuran botol yang dibutuhkan.
Istilah penting atau kata kunci yang digunakan:
-
Efisiensi bahan baku dan waktu.
Tiga Journal yang saya perlukan adalah :
-
Wirausaha
-
Perancangan mesin
-
Mesin filling
Judul buku yang teleh saya pelajari
Penyusunan dan pengemasan untuk tranportasi (Dwiari, dkk., 2008)
ASSEMBLING with SolidWorks 2010
DESAIN BROSUR
PERANCANGAN MESIN PENCACAH KAYU
PERANCANGAN MESIN PENCACAH KAYU DENGAN MEMANFAATKAN
LIMBAH KAYU INDUSTRI DI KAREBET BANTUL YOGYAKARTA SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN
BRIKET ARANG
BAB I
I.I. LATAR BELAKANG
Didaerah Karebet Kasihan Bantul yang berada di pegunungan gamping masih banyak ditemukan tanaman kayu, banyak pula ditemukan pengrajin kayu dan penggergajian kayu. Dari penggergajian dan pengrajin kayu banyak dihasilkan limbah kayu yang berupa serbuk kayu (Grajen ), dan potongan kayu (tatal ).
Dari hasil pengamatan kunjungan ke Karebet, limbah kayu yang berupa serbuk kayu dan potongan-potongan kayu tidak banyak di manfaatkan dan selama ini kebanyakan ditumpuk begitu saja malahan banyak yang di bakar terbuang dengan sia-sia.
Pada industri pengolahan kayu sebagian limbah serbuk kayu biasanya digunakan sebagai bahan bakar tungku, atau dibakar begitu saja tanpa penggunaan yang berarti, sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan (Febrianto,1999).
Melihat hal tersebut timbul gagasan untuk memanfaatkan limbah kayu menjadi bahan baku pembuatan briket kayu. Yang tentunya akan membantu mengurangi pencemaran udara dan juga dapat menambah penghasilan ekonomi keluarga.
Dalam rangka efisiensi penggunaan kayu perlu diupayakan pemanfaatan serbuk kayu menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Permasalahan yang ada di lapangan dalam mengolah potongan-potongan kayu menjadi bahan baku briket arang masih belum ada yang membuat mesin penghancur kayu untuk kalangan UKM atau industri kecil. Untuk itu saya mencoba membuat desain alat pencacah kayu yang nantinya bisa dipergunakan untuk UKM ataupun untuk perorangan dalam mempercepat proses pembuatan limbah kayu menjadi briket kayu. Karena dari rancangan alat ini akan menghasilkan potongan-potongan kayu yang cukup kecil sebagai bahan baku pembuatan briket arang, sehingga dalam proses pembakarannya akan lebih cepat dan dapat menghemat waktu.
I.2. Rumusan masalah
Dalam proses pembuatan briket arang, membutuhkan alat pencacah kayu
yang dapat dipergunakan untuk mencacah kayu menjadi potongan-potongan yang kecil
yang dimanfaatkan
sebagai bahan baku pembuatan briket arang dan dengan harga yang terjangkau untuk UKM ataupun perorangan.
I.3. Batasan Masalah
Membuat rancangan alat pencacah kayu dengan harga yang terjangkau untuk UKM maupun perorangan.
I.D. Tujuan Perancangan
1. Dengan membuat desain alat pencacah kayu ini dapat mempermudah mencacah atau memotong limbah kayu di UKM Karebet Bantul Yogyakarta,
2. Dengan adanya mesin pencacah kayu ini, maka akan mempercepat proses pencacahan untuk potongan-potongan kayu, dan pembuatan briket kayu karena sebelumnya proses pencacahan di lakukan secara manual.
3D Printing Desain dengan SolidWorks 2010
Newer Posts
Older Posts
Home
Subscribe to:
Posts (Atom)