Pengertian Seminar Pendidikan.
Secara terminology seminar adalah sebuah kegiatan yang di buat untuk
penyampaian suatu karya ilmiah dari seorang pakar atau peneliti yang
dipresentasekan kepada peserta agar dapat mengambil keputusan yang sama
terhadap karya ilmiah antara sumber dengan peserta.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar
dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya dan masyarakat.
Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak
dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan
dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar
kebudayaan melewati generasi.
Dilihat dari defenisi keduanya maka yang di maksud dengan seminar pendidikan
adalah suatu kegiatan penyampaian karya ilmiah tentang pendidikan yang
direncanakan di presentasekan sumber atau peneliti dalam mengambil kesimpulan
dan tujuan persamaan pendapat tentang hasil karya ilmiah tersebut demi
mengambil kebenaran isi dari hasil karya ilmiah.
Tujuan Seminar Pendidikan
Seminar tentunya haruslah direncanakan baik waktu, tempat, peserta dan juga
menentukan pengarah dan sumber dari hasil karya ilmiah agar dapat terlaksana
dengan baik sesuai dengn tujuan seminar yang akan dilaksanakan. Sebagaimana
kita ketahui tujuan seminar pendidikan adalah untuk mengkoreksi kembali hasil
dari sebuah karya ilmiah untuk mengambil keputusan bersama demi kesempurnaan
hasil. Kegiatan seminar pendidikan tanpa perencanaan akan jauh dari pada tujuan
seminar tersebut, seorang peneliti atau narasumber dalam seminar juga harus
benar-benar sudah memahami dan menguasai isi dari hasil yang ia dapatkan dan
peserta juga telah mengetahui untuk apa dia mengikuti seminar dan benar-benar
sudah mengetahui minimal judul dari yang akan diseminarkan serta harus ada
seorang pengarah dalam acara seminar tersebut.
Adapun yang terlibat dalam seminar adalah :
1. Ruang seminar
2. Pengarah
3. Peserta
4. Moderator
5. Notulen.
6. Jalannya seminar
1. Ruang Seminar
Ruang seminar yang memadai adalah sebuah ruang yang memungkinkan interaksi
aktif bagi selurah orang yng aktif mengikuti seminar. Sebuah meja bundar besar
meliputi kursi adalah sebuah contoh yang baik atau bentuk forum dilokal juga
baik. Ruangan tentu saja harus cukup tenang dan cukup terang untuk memberikan
iklim yang enak untuk mengadakan kegiatan seminar pendidikan. Adanya sebuah
papan tulis yang dapat membantu serta sarana dan prasarana lainnya yang dapat
mendukung kegiatan seminar berlangsung.
2. Pengarah.
Dalam kegiatan seminar proposal pendidikan juga sangat dibutuhkan seorang
pengarah yang memiliki fungsi sebagai orang yang dapat menengahkan pendapat
antara peserta dan peyaji tentunya pengarah disini adalah orang yang
benar-benar ahli dalam pendidikan. Pengarah adalah ahli yang memiliki
kompetensi pendidikan sehingga dalam kegiatan seminar semua permasalahan yang
ada dan tidak dapat di pecahkan dapat diselesaikan oleh seorang pengarah,
sehingga tujuan seminar dapat terlaksana dengan baik tanpa melenceng dari isi
karya ilmiah penyaji, berbeda dengan seminar yang secara umum tentunya tidak
ada pengarah hanya penyaji saja yang dapat menjawab dari beberapa kritikan dari
peserta.
Pengarah dapat berbicara dan memberikan pendapat setelah selesai karya ilmiah
disajikan dan kritikan dari peserta, boleh juga berbicara di tengah berjalannya
kegiatan namun dengan alasan sesuatu hal yang memang sangat penting disampaikan
ketika ada permasalahan tentang isi karya ilmiah.
3. Peserta
Untuk berjalannya sebuah seminar dengan baik, semua peserta adalah bukan kertas
kosong yang menunggu diisi, seperti halnya kuliah. Mereka harus sudah membaca
tentang tema yang akan diseminarkan. Mereka bisa membuat sebuah esei pendek
tentang tema yang diseminarkan. Bila yang diseminarkan adalah sebuah teks, teks
tersebut telah dibaca secara analitis, ditandai, disertai tanggapan dan kritik.
Dengan terlebih dahulu membaca tentang tema yang akan diseminarkan, mereka
telah mengolahnya di dalam kepala mereka. Mereka telah memiliki bayangan akan
apa yang diseminarkan. Kertas di tangan yang berisi ringkasan tema yang
diseminarkan menurut masing-masing peserta, akan memandu mereka nantinya di dalam
seminar.
4. Moderator
Seorang moderator di dalam seminar berbeda dengan seorang lektor di dalam
kuliah. Ia bukanlah seorang yang memberikan pelajaran, melainkan orang yang
mengarahkan jalannya seminar.
Semestinyalah seorang moderator adalah orang yang paling senior dalam tema yang
akan diseminarkan. Ini bukan berarti pendapatnyalah yang paling benar.
Senioritas dalam penguasaan materi semata-mata untuk mengarahkan seminar,
karena ia mestinya yang paling tahu tentang seluk beluk tema yang diseminarkan.
Peran seorang moderator ada dua: mengarahkan (directing) dan memoderasi
(moderating). Dalam mengarahkan, ia menjaga agar seminar tidak melenceng dari
tema. Dengan memoderasi, ia menjaga agar tidak ada satu orang atau satu ide
tertentu yang terlalu mendominasi seminar sehingga seluruh tema seminar tidak
tereksplorasi dengan baik. Sebelum seminar, seorang moderator harus telah
membaca tema yang akan diseminarkan, menyiapkan catatan tentang tema tersebut,
menentukan kata-kata kunci, dan menyusun pertanyaan-pertanyaan kunci yang
nantinya akan ditanyakan di dalam seminar. Di awal seminar ia dapat menuliskan
terlebih dahulu poin-poin yang akan didiskusikan atau menggambarkan sebuah
diagram yang mencerminkan ide yang akan didiskusikan. Seorang moderator yang
baik haruslah seorang pendengar dan pembicara yang baik. Ia mampu menangkap
maksud sebuah pembicaraan dan membuatnya lebih jelas. Ia mampu memparafrasekan
sebuah pertanyaan menjadi pertanyaan lain yang lebih jelas. Mengingat beratnya
tugas seorang moderator, sebaiknya seorang moderator tidak memimpin sebuah
seminar lebih dari satu kali dalam sehari.
5. Notulen.
Notulen adalah orang yang diberi tugas dalam seminar untuk membuat catatan
singkat tentang jalannya persidangan/ rapat/ seminar juga merangkum isi secara
tertulis dari persidangan/ rapat atau seminar. Seorang notulen juga sangat
berfungsi dalam kegiatan ilmiah sebab moderator sebagai pengelola kegiatan
butuh catatan penting tentang jalannya kegiatan. Pada kebiasaannya tempat
notulen berdekatan dengan moderator sehingga ketika berjalan kegiatan tidak
terjadi miss communication ( kurang komunikasi ) antara notulen dengan
moderator, dalam hal ini notulen tidak saja menulis dari awal kegiatan namun
sampai dengan berakhirnya kegiatan notulen juga berkewajiban menulis jalannya
kegiatan.
6. Jalannya Seminar.
Seminar dimulai dengan pengantar singkat dari moderator, dan langsung
dilanjutkan dengan pertanyaan kunci yang dibahas oleh semua peserta secara
bergiliran.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya seminar berjalan baik :
1) Seminar adalah sebuah diskusi dua arah. Tidak ada seorang yang lebih
mendominasi pembicaraan. Adalah tugas moderator untuk memperhatikan ini.
2) Seminar bisa dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan yang sudah jelas ada
jawabannya, lalu mengarah ke pertanyaan-pertanyaan lain yang lebih dalam dan
tidak jelas jawabannya. Pertanyaan jenis kedualah yang memberikan manfaat
terbesar. Tidaklah banyak pertanyaan yang seperti demikian.
3) Semua pertanyaan dan pernyataan dinyatakan dengan jelas tanpa ambiguitas.
Jika sebuah pertanyaan atau pernyataan belum jelas, moderator harus bisa
menunjukkan itu dan meminta sang pengujar untuk memperjelasnya.
4) Masih berhubungan dengan poin pertama, setiap pertanyaan haruslah jelas
sebelum ditanggapi dengan jawaban. Penanggap berhak meminta penjelasan lebih
lanjut atas pertanyaan sebelum ia menjawab. Tanggapan tentunya juga harus
relevan dengan pernyataan. Moderator juga harus memperhatikan ini.
5) Sebuah pertanyaan bisa dilihat sebagai jembatan kepada pertanyaan lain yang
lebih mendasar. Hanya dengan cara demikian sebuah seminar dapat memberikan
manfaat lebih.
6) Bila ada istilah yang sama, tetapi dipakai dengan arti yang berbeda oleh
beberapa orang, moderator harus menunjukkan itu dan membuat kesepakatan dalam arti
apa istilah itu dipakai sebelum melanjutkan seminar.
7) Etiket harus diperhatikan dalam sebuah seminar, seperti halnya di sebuah
meja makan. Bahasa harus santun dan tidak merendahkan. Moderator terlebih harus
memberikan contoh yang dapat diikuti oleh peserta yang lain. Bukan berarti
seminar tidak bisa dilakukan dengan ringan dan diiringi tawa, namun canda dan
tawa dilakukan dengan wajar dan memberi makna di dalam seminar. Tidak ada yang
lebih membantu untuk mengingat ketimbang ide-ide kreatif yang kadang
membangkitkan tawa.
8) Seminar adalah sebuah tempat untuk menggodok ide. Ia bukanlah tempat untuk
membenarkan diri. Setiap orang harus kritis namun menerima bila ada pendapat
yang lebih baik. Di dalam seminar semua orang memiliki posisi yang sama.
9) Sebuah seminar yang baik tidaklah harus menghasilkan sebuah kesimpulan
tunggal. Setiap orang bisa pulang dengan pendapatnya masing-masing.
Yang terpenting adalah mata mereka lebih terbuka, mereka telah melihat ide-ide
baru yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh mereka.
Fungsi Seminar Pendidikan
Kita sebagai mahasiswa yang aktif hendaklah mengikuti seminar,karena seminar
sangat bermanfaat bagi kita untuk memperdalam ilmu.di samping itu seminar
membuat kita bebas mengaspirasikan pendapat ataupun pertanyaan yang sulit kita
ketahui. Seminar Pendidikan ini juga berfungsi sebagai media komunikasi untuk
saling memberikan andil pengetahuan dan bertukar pengalaman selain itu juga
tempat ilmuan untuk mengidentifikasikan masalah, mengembangkan rencana dan
metologi penelitian, dan tempat ilmuan memikirkan cara bagaimana menerapkan
hasil penelitiannya.
No comments:
Post a Comment